Senin, 01 Juli 2013

Konsep Region dan Perwilayahan



BAB I
PENDAHULUAN
KONSEP REGION DAN PERWILAYAHAN



Konsep region dan perwilayahan merupakan salah satu konsep dasar dari disiplin ilmu biografi. Pokok bahasan ini sangat penting di pahami oleh anda dalam mempelajari ilmu biografi sebagaimana anda ketahui bahwa fenomena geosfer yang menjadi objek kajian geografi memperlihatkan adanya keanekaragaman wilayah sebagai hasil interelasinya dalam ruang. Suatu wilayah dengan karakteristiknya berarti memiliki kekuatan sebagai potensi yang dapat di kembangkan untuk mendukung kehidupan manusia yang terdapat didalamnya. Seperti, kekuatan politik suatu negara, kelompok-kelompok bahasa, hasil bumi pedesaan, kemajuan sumber daya manusia di perkotaan, kesuburan lahan, dan lain-lain. Agar anda mampu mengenali dan memahami karakteristik tersebut, maka pengetahuan anda harus dilandasi konsep-konsep perwilayahan yang matang.setelah mempelajari bahan belajar mandiri ini, anda diharapkan memiliki kompetensi dalam menerapkan konsep perwilayahan. Secara khusus di utamakan bahwa anda memiliki kemampuan sebagai berikut :
1.      Membedakan wilayah formal dan fungsional (nodal)
2.      Membuat perwilayahan berdasarkan fenomena biografis dilingkungan setempat
3.      Memberi contoh perwilayahan secara forman dan fungsional
4.      Mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan
5.      Menentukan batas wilayah pertumbuhan
Untuk membantu anda dalam menguasai materi pada bahan belajar mandiri ini, maka penyajiannya akan dipilih kedalam 3 kegiatan belajar, sebagai berikut :
1.      Kegiatan belajar 1 tentang pengertian konsep region atau wilayah, baik secara formal maupun fungsional
2.      Kegiatan belajar 2 tentang regionalisasi atau perwilayahan
3.      Kegiatan belajar 3 tentang pusat pertumbuhan




KOSEP REGION (WILAYAH)
A.    Pengantar
Banyak istilah dan konsep yang sepintas hampir sama dengan region atau wilayah, karena kesalahan dalam penggunaan istilah atau konsep tersebut dalam kehidupan keseharian. Diantara konsep tersebut jelas sangat berbeda. Istilah atau konsep yang dimaksud misalnya, ruang dengan keruangan, lokasi, daerah, wilayah, perwilayahan, dan kawasan.
Kalau anda pengamati suatu tempat perkotaan, kemudian coba amati pusat pemerintahan ada di bagian tengah, pertokoan ada di sepanjang jalan protokol, pemukiman tersebar di sekitar perkotaan, pasar ada di tempat-tempat tertentu, ada saran plahraga yang tertata dengan baik, tatasusun tempat tersebut adalah tata susun keruangan perkotaan.
Kalau anda membicarakan tempat suatu gejala (fenomena/objek) maka anda sedang membicarakan lokasi. Kalau anda membicarakan tempat yang berhubungan dengan lokasi dan situasi ruang yang ada di tempat tersebut, maka anda sedang membicarakan daerah, kalau anda membicarakan tempat yang berhubungan dengan pengelolaan dengan pengelolaan dan penataan, maka anda sedang membicarakan wilayah. Kalau anda membicarakan tempat yang berhubungan dengan penggunaan dan peruntukan tertentu, maka anda sedang membicarakan kawasan. Keenam konsep tersebut di atas (ruang, keruangan, lokasi, daerah, wilayah, dan kawasan) untuk membedakannya tidak didasarkan pada luasnya (misalnya ruang lebih sempit dari pada kerunagn, atau wilayah lebih sempit dari pada kawasan) melainkan didasarkan pada cakupan dan aspek yang dibicarakan.






BAB II
ISI

B.       URAIAN MATERI
1.     Pengertian Wilayah
Wilayah kadang diartikan bermacam-macam, sesuai dengan penafsiran masing-masing. Berdasarkan sudut pandang ilmu wilayah,wilayah bisa diartikan satu pulau, satu wolayah, satu wilayah administrasi ( kecamatan, kelurahan, pripinsi dan lain-lainnya). Dalam pengertian geografis, wilayah merupakan kesatuan alam yaitu alam yang serba sama atau homogen atau seragam, dan kesatuan manusia, yaitu masyarakat serta kebudayaanya yang serba sama yang mem[unyai ciri (kekhususan) yang khas, sehingga wilayah tersebut bisa dibedakan dari wilayah yang lain.
Wilayah dapat dibedakan sebagai berikut :
·         Pengertian internasional: wilayah Asia Tenggara, wilayah Asia Timur, wilayah Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa Barat, Eropa Timur, dan sebagainya.
·         Pengertian Nasional: wilayah merupakan sebagian dari negara, tetapi bagian tersebut mempunyai kesatuan alam dan kesatuan manusia, misalnya: pantai timur Sumatera, pantai uatara Jawa, daratan tinggi Bandung dan sebagainya.
Berkaitan dengan pengertian wilayah adapun yang disebut “kawasan”, yaitu bagian wilayah yang digunakan untuk suatu fungsi tertentu, misalnya dalam suatu wilayah pedesaan terdapat kawasan perkampungan, kawasan pertanian, kawasan kehutanan.
a.       Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional ( Nodal)
Sebagaimana yang telah dijelaskan pengertian geografis suatu wilayah mmemiliki karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya disebut region. Region ini dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu region formal ( formal region) dan region fungsional (functional region).
b.      Wilayah atau Region Formal
Region formal disebut juga region uniform dan bersifat statis, yaitu suatu wilayah yang di bentuk oleh adanya kesamaan kenampakan termasuk kedalamnhya kenampakan fisik muka bumi, iklim, vegetasi, tanah, bentuk lahan, penggunaan lahan dsb.
c.       Wilayah atau Region Fungsional
Region fungsional disebut juga region nodal. Region ini bersifat dinamis ditandai oleh adanya akan dari dan pusat. Pusat tersebut disebut sebagai node. Sejauh mana node dapat menarik arah sekitarnya sehingga tercipta interaksi maksimal, sejauh itulah batas region nodal. Contoh sederhana dapat anda amati pada masyarakat tradisional atau pra industri, dimana pusat perkampungan penduduk dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Suatu region nodal terdapat empat unsur penting sebagai berikut :
·      Adanya arus barang, ide/gagasan dan manusia;
·      Adanya node/pusat yang menjadi pusat pertemuan arus tersebut secara terorganisir;
·      Adanya wilayah yang makin meluas;
·      Adanya jaringan-jaringan rute tempat tukar menukar berlangsung.
Regional nodal nampak dinamis, tidak statis seperti region formal karena didefinisikan sebagai gerakan bukan obyek yang statis dan terdapat fungsi suatu tempat sebagi sirkulasi. Dalam wilayah tersebut terdapat aktivitas yang diorganisir dan umunya bersifat lebih dinamis seperti gerakan orang,barang,berita atau pesan. Karena itu dalam region nodal meliputi wilayah di sekitar titik pusat. Region formal tidak perlu memiliki cover(inti), walaupun dalam beberapa hal memiliki heartland area(wilayah jantung). Heartland adalah daerah yang kenampakannya dari suatu kriteria tertentu sangat jelas kenampakannya.
2.        Pengertian Regionalisasi (perwilayahan)
                Regional (perwilayahan) didalam geografi adalah suatu upaya mengelompokan atau mengklasifikasi unsur-unsur yang sama. Menyusun dan mengelompokan serangkaian lokasi yang mempunyai sifat-sifat yang sama menurut kriteria tertentu. Sehinnga informasi dapat dipeoleh secara efisien dan ekonomis.
Contoh pembagian region berdasarkan iklim, permukaan bumi dapat dibedakan atas: unsur cuaca, seperti suhu, curah hujan,penguapan,kelembaban dan angin.regional menurut iklim ini sangat berguna dalam hal komunikasi atau transportasi .
Terdapat beberapa cara pembuatan region dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Pembuatan Region Uniform
a.       Mengelompokan tempat-tempat berdasarkan jenis obyek atau peristiwa yang diinginkan oleh anda.
b.      Mengelompokan jenis atau tipe-tipe yang sama dari obyek-obyek dan menarik garis batas yang memisahkan setiap zone.
2.      Pembuatan wilayah atau region nodal
3.      Pewilayahan berdasarkan fenomena geografis
a.       Perwilayahan berdasarkan fenomena atsmofer
·      Perwilayahn iklim berdasarkan posisi matahari
·      Perwilayahan iklim berdasarkan ketinggian tempat
b.      Perwilayahan berdasarkan fenomena litosfer
·      Perwilayahn berdasarkan fenomena batuan
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena kemiringan lereng
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena tanah
c.       Perwilayahan berdasarkan fenomena hidrosfer
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena air permukaan
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena density air
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena kedalaman air tanah
d.      Perwilayahan berdasarkan fenomena biosfer
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena vegetasi
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena fauna
e.       Perwilayahan berdasarkan fenomena antroposfer
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena administratif
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena kependudukan
·      Perwilayahan berdasarkan fenomena teknologi
·      Contoh perwilayahan secara formal dan fungsional
3.        Pusat – pusat pertumbuhan
                Untuk mengenali pusat-pusat pertumbuhan di suatu  wilayah biasannya dicirikan oleh adanya  perkembangan yang pesat baik dalam pembangunan maupun kegiatan perekonomian .pusat pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat, sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapat mempengaruhi kawasan-kawasan sekitarnya.
Pengembangan kawasan-kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan tingkatan atau skalannya berbeda-beda. Ada yang berskala nasional,regional atau daerah .contoh berskala nasional misalnnya pusat-pusat pertumbuhan di indonesia conto Kota Surabaya, Makasar sebagai pusat pertumbuhan di Indonesia Timur. Medan sebagai pusat pertumbuhan di Indonesia Barat,. Sedangkan pusat regional seperti
( JABODETABEK), BANDUNG RAYA,SIJORI,GREBANG KERTOSUSILA.
Adapun pendekatan yang anda dapat lakukan untuk mengenali lebih jauh mengenai pusat-pusat pertumbuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Teori tempat yang sentral (Central Place Theory)
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Jerman Walter Christaller pada tahun 1993. Menurut Christaller ada dua konsep yang disebut jangkauan (range) dan ambang (threshold).
Range adalah jarak yang perlu ditempuh orang untuk mendapatkan barang kebutuhannya pada suatu waktu tertentu saja. Treshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang dan threshold dibedakan menjadi 2 macam berdasarkan kepentingan jenis barang :
a.       Threshold tinggi yaitu barang yang memiliki resiko kerugian besar karena jenis barang atau jasa adalah barang-barang mewah.
b.      Threshold rendah yaitu barang yang kebutuhannya beresiko kecil atau tidak memerlukan konsumen terlalu banyak untuk terjual barang-barangnnya.
2.      Teori kutub pertumbuhan
Teori kutub pertumbuhan (Growth Poles Theory) . dikemukakan oleh perroux pada tahun 1955. Dalam teori ini dinyatakan bahwa pembangunan kota atau wilayah diamanapun adannya bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi muncul di tempat-tempat tertentudengan kecepatan dan intesitas yang berbeda-beda.
Sejak setelah perang dunia kedua banyak negara-negara yang terlibat perang mengalami kemunduran ekonomi .untuk membangun kembali konsep pembangunan wilayah kota disebut Spread and trickling down (penjalaran dan penetesan) serta backwash dan polarization.
3.      Potensi daerah setempat
Teori pusat pertumbuhan lainnya juga dikenal potential model. Konsepnya bahwa setiap daerah memiliki potensi untuk dikembangakan, baik alam maupun manusiannya. Misalnnya untuk pertanian, pertenakan , perikanan , pertambangan , rekreasi atau wisata dan usaha-usahannya.
Mengingat setiap daerah memiliki potensi berbeda-beda maka corak pengembangan potensi daerah itupun berbeda-beda pula.
4.      Konsep agropolitan
Konsep ini diperkenalkan oleh Friedman(1975) menurut konsep ini perlunya mengusahakan pedesaan untuk lebih terbuka dalam pembangunan sehingga diharapkan terjadi beberapa kota di pedesaan atau daerah pertanian (agropolis).
Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan yang sama pula meingkatkan kesejahteraan sebagaimana yang dialami oleh penduduk perkotaan.
5.      Pusat-pusat pertumbuhan di indonesia
Penerapan penempatan pusat-pusat pertumbuhan yang dilaksanakan oleh indonesia pada prinsipnnya adalah mengabungkan bebrapa teori atau konsep diatas . pembangunan di indonesia dipusatkan di wilayah-wilayah tertentu yang diperkirakan sebagai kawasan sentral yang mampu menarik daerah-daerah disekitarnya.kawasan sentral yang menjadi pusat pertumbuhan tersebut dapat mengalirkan proses pembangunan di wilayah sekitarnya, sehingga pemerataan pembangunan dapat terjadi ke seluruh pelosok  wilayah negeri secara menyeluruh.
Pada REPELITA II tahun1974-1978 sistem pembangunan indonesia dicanagkan pembangunan nasional dilaksanakan melalui sistem regionalisasi atau perwilayahn, dengan kota-kota utama sebagai kutub atau pusat pertumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar